Benarkah Takdir Tuhan?
Kehidupan ini bukanlah reka percobaan Tuhan. Buktinya terdapat ajaran welas asih ; sebelum memakan hewan peliharaan semisal ayam hendaknya disembelih dengan pisau yang cukup atau lumayan tajam supaya mengurangi rasa sakit si ayam tersebut. Lalu.... mengapa pada kenyataan hidup sendiri terdapat rantai makanan yang mengharuskan pengorbanan hewan? Mengingat beranjak dari ajaran welas asih, kenapa Tuhan tidak langsung menciptakan hasrat memakan pada tumbuhan saja atau proses hasil makanan itu seperti pendapatan dari besi, tanah, ataupun logam(langsung benda mati). Apakah benar terdapat rumusan pula atau benturan yang menjadikan rumusan masalah. Ilmiahnya jika terdapat ajaran itu berarti ada rumusan masalah. Dimana rumusan masalah seperti komponen abstrak. Semisal ; "manusia bisa jatuh cinta" demikian itu menjadi rumusan masalah .
:Jatuh cinta pada siapa2? Orang mana dan mana? Bagaimana jika satu orang dijatuh cintai beberapa? dst
Komentar
Posting Komentar