Cinta dan Kabar Gembira Nabi

Teruntuk yang patah hati, berita gembira itu telah disampaikan oleh para Nabi semenjak dahulu. Tentang adanya bidadari dan pelayan laki-laki terhormat di surga. Bukan untuk angan-angan kepuasan nafsu semata. Atau sebuah iming-iming dari berbuat baik sahaja. Tetapi kabar gembira itu juga disampaikan untuk mengantisipasi terjadinya hal buruk atas peristiwa terluka karena cinta. bagaimana tidak? Kalau kabar gembira itu tidak disampaikan ke dunia bisa-bisa orang yang terluka karna cinta terjadi gejolak psikis yang berat. Tapi mungkin akan sedikit berbeda jika sudah mengetahui dan mengimani hal itu. Tidak terlalu buta arah dalam pikirnya.


Terimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen : Hantu dan Masa Depan

Hedonisme dan Orang-Orang Tradisional