Cerpen : Hantu dan Masa Depan
Pagi itu dalam diskusi seminar, ilmuwan sekaligus dokter 'Idnes' mengutarakan pendapatnya. yaitu mengemukakan bahwa penampakan hantu-hantu yang seram adalah tercipta dari gelombang frekuensi buruk di masa lalu. Semisal ada peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia, nah pada waktu itulah gelombang frekuensi buruk itu terjadi, dan menciptakan hantu seperti terciptanyaan sistem AI.
Mendengar hal itu, Joy yang memperhatikan sedari tadi. Sosok yang suka dengan teknologi dan hampir tak percaya akan mistis itu bergumam, "jadi seperti itu. Jika hantu tercipta dari gelombang frekuensi buruk di masa lalu berarti Indigo bukan halusinasi." Entah mengapa ia langsung menjalur kesitu. Dimana pandangan Joy terhadap seorang indigo seketika berubah. Dulu dia menganggap bahwa indigo lebih condong ke halusinasi.
Beberapa menit kemudian diskusi yang diadakan setiap enam bulan sekali itu berakhir. Miki yang seorang ilmuwan juga, sangat menyetujui pendapat Idnes. Begitupun dengan Joy setelah mendengar penjelasan yang logis mengenai hantu. Tapi hantu berbeda dengan arwah. Itu yang ditekankan pula oleh Idnes.
Keesokan harinya Joy mengunjungi seorang indigo di rumahnya. Mungkin karna diskusi seminar kemarin, yang menjadikanya memiliki rencana itu.
"Apa kamu benar bisa melihat hantu?" tanya Joy setelah berjabat tangan.
"Iya, tapi mungkin tidak semua." Jawab seorang indigo itu.
"Jadi tertentu gitu ya. apa mereka benar selalu menampakan wajah yang seram?" Tanyanya memastikan.
"Iya mereka menyeramkan" Jawabnya. Kemudian menyuruh Joy untuk meminum minuman yang sudah ia sediakan.
"Apa mereka ada yang sedang mengamati kita?" Tanya Joy, setelah meminum es teh yang ada di depanya.
"Ada dan mungkin dia mengikutimu dari tadi!" serunya.
"Apa? sedari tadi? Mungkin akibat tadi saya mengoceh di tempat yang katanya angker." Jelas Joy
"Pantas saja kamu diikuti. Tapi tenang, dia tidak berniat mencelakaimu. Ngomong-ngomong apa kamu memiliki rencana tersembunyi?"
"ooh Ada!" jawab Joy misterius.
Ternyata Joy memang memilik rencana tersembunyi. Dan ia akan utarakan malam hari, dirumahnya atau lebih tepatnya di Garage miliknya. Selain mengundang indigo tersebut, joy juga akan mengundang regu Paragraph. Sebuah regu yang didalamnya terdapat tiga orang pemuda yang berkompeten hampir sepertu Damkar. Mereka adalah Jiko, Miki, dan Noa.
Malam pun tiba, mereka yang diundang Joy sudah berkumpul di Garage. Tempat yang menampakan dengan tema teknologi masa depan. Disitu Joy akhirnya menjelaskan bahwa dia akan mencoba merasukan hantu kedalam sebuah robot yang sudah tersedia dengan persendian bagus. Tapi tanpa adanya baterai. Robot itu berukuran kurang lebih seperti orang dewasa.
"Mentransplantasikan hantu pada sebuah robot? Apa kamu gila Joy?" celetuk Noa. dimana dia tidak begitu mengerti tentang jalan pikiran si Joy.
"Emang agak gila tapi itu mungkin" Sanggah Miki.
"Tapi akan berbahaya jika dia terlalu keras dan menantang si hantu." Sindir Jiko.
"Itu tidak apa-apa sih, tapi mungkin negosiasinya lumayan berat!" Ujar si indigo.
Komentar
Posting Komentar